Ndeleng Njobo

Loading...

ngolak-ngalik data

Memuat...

Jumat, 30 April 2010

MEKANISME DAN TROUBLE SHOOTING SISTEM BAHAN BAKAR PADA ENGINE TOYOTA KIJANG 5K

MEKANISME DAN TROUBLE SHOOTING
SISTEM BAHAN BAKAR
PADA ENGINE TOYOTA KIJANG 5K

A. Latar Belakang
Kendaraan konvensional roda dua maupun roda empat berbahan bakar bensin dilengkapi dengan berbagai sistem penunjang demi kesempurnaan kerja mesin tersebut, serta kenyamanan dalam berkendaraan. Salah satu dari sistem terpenting adalah sistem bahan bakar. Sistem bahan bakar itu sendiri terdiri dari beberapa komponen dimulai dari tangki bahan bakar sampai karburator. Bahan bakar yang tersimpan dari tangki dikirim oleh pompa bahan bakar ke karburator melalui pipa-pipa dan selang-selang.
Bila ada kotoran maka akan disaring oleh filter bensin. Dalam karburator terjadi pencampuran antara udara dan besin, dengan perbandingan tertentu selanjutnya akan dialirkan melalui intake manifold ke setiap silinder. Dari uraian di atas, maka penulis mengambil judul “Mekanisme dan Trouble Shooting Sistem Bahan Bakar pada engine Toyota kijang 5K” dengan alasan sebagai berikut:
1. Sistem bahan bakar merupaka satu sistem yang vital, tampa adanya sistem bahan bakar mesin tidak akan hidup.
2. Untuk mengetahui lebih banyak tentang komponen dan cara kerja dari sistem bahan bakar pada Toyota kijang 5K.
3. Untuk mengetahui trouble shooting dari sistem bahan bakar pada Toyota kijang 5K.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian yang dipaparkan di dalam latar belakang maka diambil permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana cara kerja sistem bahan bakar Toyota kijang 5K?
2. Komponen-komponen apa saja yang terdapat pada sistem bahan bakar Toyota Kijang 5K?
3. Bagaimana bila terjadi gangguan dan cara mengatasi pada sistem bahan bakar Toyota Kijang 5K?
C. Manfaat
Manfaat yang diperoleh dari pembahasan sistem bahan bakar Toyota Kijang 5K adalah sebagai berikut:
1. Memberi wacana tentang cara kerja dari masing-masing komponen sistem bahan bakar Toyota Kijang 5K.
2. Laporan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang lebih dibidang otomotif terutama sistem bahan bakar pada Toyota Kijang 5K.
3. Bermanfaat bagi masyarakat pengguna mobil Toyota kijang 5K karena jika terjadi gangguan pada sistem ini dapat segera di analisis dan kerusakan dapat segera diatasi.
D. Tujuan.
1. Mengetahui cara kerja sistem bahan bakar Toyota kijang 5K.
2. Mengetahui komponen-komponen sistem bahan bakar Toyota kijang 5K.
3. Mengetahui gangguan yang terjadi pada sistem bahan bakar Toyota kijang 5K
.
BAB II
SISTEM BAHAN BAKAR TOYOTA KIJANG 5K

A. Prinsip Kerja Sistem Bahan Bakar Toyota Kijang 5K
Prinsip kerja sistem bahan bakar pada Toyota kijang 5K yaitu bahan bakar mengalir dari tangki atau tempat penampungan bahan bakar sementara, diteruskan kepompa melalui saluran bahan bakar yang sebelum ke pompa, disaring terlebih dahulu untuk mencegah adanya kotoran dan air yang akan masuk ke karburator. Kemudian bahan bakar dialirkan ke karburator dengan cara dipompa selanjutnya di dalam karburator bahan bakar diatomisasikan dan disalurkan ke masing-masing ruang pembakaran dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan mesin.
Sistem bahan bakar merupakan sistem yang sangat penting pada motor bensin. Adapun pengertian dari sistem bahan bakar itu sendiri adalah sistem yang bertugas menyediakan bahan bakar dan sekaligus memberikan campuran bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin.
Sistem bahan bakar terdiri dari beberapa komponenen, dimulai dari tangki bahan bakar sampai pada karburator. Bahan bakar disimpan sementara dalam tangki bahan bakar dan pada saat mesin membutuhkan, bahan bakar di alirkan oleh pompa bahan bakar dari tangki menuju karburator melalui saluran bahan bakar. Air, pasir dan kotoran-kotoran lainya dikeluarkan dari bahan bakar. Karburator menyalurkan sejumlah campuran bahan bakar dan udara sesuai denngan kebutuhan mesin. Keseluruhan bagian ini membentuk sebuah sistem yang disebut sistem bahan bakar.
Komponen yang paling terpenting dalam sistem bahan bakar adalah karburator, tetapi selain karburator juga ada komponen penunjang lainya yaitu tangki bahan bakar, saluran bahan bakar, dan pompa bahan bakar.
B. Komponen Sistem Bahan Bakar Pada Toyota Kijang 5K
Komponen-komponen yang terdapat pada sistem bahan bakar Toyota Kijang 5K adalah :
1. Tangki Bahan Bakar
Kontruksi tangki bahan bakar dan fungsinya

Gamabar 01. Tangki Bahan Bakar.
(New Step 1, 1995 :3-45)

Tangki bahan bakar adalah tempat untuk menyimpan sementara bahan bakar sehingga mobil atau motor dapat beroprasi dalam waktu yang cukup lama tampa harus berhenti kerena tidak ada bahan bakar. Biasanya tangki diletakan dibagian bawah kendaraan, sehingga terhindar dari kebakaran bila terjadi benturan dan mengurangi kemungkinan terjadi kebakaran. Pada umumnya tangki bahan bakar terbuat dari plat baja tipis tetapi ada juga yang terbuat dari plastik atau fiber. Tangki yang terbuat dari plat akan dilaposi dengan logam anti karat.


Komponen-komponen pada tangki bahan bakar Toyota Kijang 5K :
1) Separator
Separator berfungsi sebagai pemisah agar saat kendaraan berjalan atau berhenti secara tiba-tiba, bensin tidak akan menimbulkan bunyi dan juga keluar melalui pipa pengisian.
2) Fuel gauge sender unit
Fuel gauge sender unit adalah komponen yang berfungsi sebagai pengidentifikasi bahwa bensin yang terdapat pada tangki masi penuh atau kosong.
3) Saringan
Saringan terletak 2-3 cm di bagian terendah dari tangki. Ujung pipa terpisah dari tangki agar air dan kotoran tidak terhisap kedalam pipa bersama bahan bakar.
4) Lubang masuk
Lubang masuk berfungsi untuk memasukan bahan bakar ke dalam tangki bahan bakar.
5) Saluran utama
Saluran utama menyalurkan bahan bakar ke pompa bahan bakar dan ke karburator.
6) Saluran kembali
Saluran kembali berfungsi untuk memasukan bahan bakar dari karburator atau pompa bahan bakar ke dalam tangki bahan bakar.

Gangguan pada tangki bahan bakar dan gejala yang mungkin terjadi.
a) Tangki bahan bakar bocor
Tangki bahan bakar yang bocor disebabkan karena benturan atau karat di dalam tangki bahan bakar. Bila hal ini dibiarkan, maka akan menimbulkan bahaya yang cukup besar.
b) Tersumbatnya bahan bakar pada saluran keluar
Penyumbatan saluran keluar ini sering terjadi akibat adanya penguapan bahan bakar dan pengembunan udara dalam ruang tangki bahan bakar yang apabila dibiarkan tanpa menguras tangki secara berkala, maka lama-kelamaan menjadi karat, air dan kotoran akan menumpuk di dasar tangki. Hal ini menjadikan tersumbatnya saluran bahan bakar ke karburator.
c) Pengembunan pada tangki bahan bakar
Udara yang terdapat pada tangki bahan bakar akan mengembun pada saat kendaraan dingin dan menempel pada dinding tangki. Butiran-butiran air akan jatuh kedasar tangki, hal ini disebabkan karena berat jinis air lebih besar disbanding bahan bakar. Untuk mengatasi pengembunan dalam tangki, maka tangki bahan bakar tersebut harus dikuras/dibersihkan.
d) Vapor lock (penguapan bahan bakar)
Vapor lock adalah bahan bakar yang tidak berfungsi sebagai mestinya, disebabkan bahan bakar tersebut menguap di dalam saluran bahan bakar saat terjadi panas. Cairan, termasuk bahan bakar, paling mudah menguap pada tekanan rendah, terutama pada saluran bahan bakar antara tangki dan pompa bahan bakar. Hal ini disebabkan terjadinya sebagai vakum oleh pompa. Apabila bahan bakar dalam saluran pipa menguap dan gelembung-gelembung gas terbentuk maka saat pompa bekerja hanya uap yang terbawa ke karburator.
e) Tersumbatnya saluran pernafasan
Tersumbatnya saluran pernafasan mengakibatkan perbedaan tekanan udara luar dengan udara dalam tangki. jika hal ini terjadi, maka bahan bakar akan mengalir secara terus menerus walaupun tanpa adanya isapan dari pompa.
Gejala yang muncul bila terjadi gangguan seperti:
a) Tangki bahan bakar bocor
Gejala yang terjadi bila tangki bahan bakar bocor adalah adanya tetesan bahan bakar dari bagian belakang kendaraan yang berasal dari tangki bahan bakar, habisnya bahan bakar dengan sendirinya meskipun kendaraan diam dan timbul bau bensin yang menyengat disekitar kendaraan tersebut.
b) Tersumbatnya bahan bakar pada saluran keluar
Gejala yang muncul yaitu bensin tidak dapat mengalir denngan lancar ke karburator/suplai bahan bakar kurang. Gejala lain yaitu mesin tidak mau hidup.
c) Pengembunan pada tangki bahan bakar
Gejala yang muncul bila terjadi pengembunan pada tangki yaitu mesin sering tersendat-sendat sehinga putaran mesin menjadi tidak stabil, kendaraan sukar dihidupkan karena terlalu banyaknya genangan air di dasar tangki akibat dari pengembunan tersebut.


d) Vapor lock (penguapan bahan bakar)
Gejala yang mungkin terjadi yaitu idle menjadi lebih kasar karena campuran udara dan bahan bakar lebih kurus, akselerasi kurang baik dan mesin mudah mati.
e) Tersumbatnya saluran pernafasan
Gejalanya yang mungkin terjadi yaitu suplai bahan bakar kekarburator lebih, pada jalan menurun tercium bau bahan bakar dari ruang mesin dan sering banjir pada air horn karburator sehingga mesin susah hidup.
2. Saluran bahan bakar
Kontruksi saluran bahan bakar dan fungsinya.

Gambar 02. Saluran Bahan Bakar
(New Step 1,Training Manual)

Bahan bakar dari tangki menuju ke karburator disalurkan oleh saluran bahan bakar yang terdiri dari saluran utama dan pengembali. Saluran utama berfungsi untuk menyalurkan bahan bakar dari tangki menuju karburator. Sedangkan saluran pengembali berfungsi menyalurkan pengembalian bahan bakar dari pompa atau karburator ketangki. Saluran bahan bakar terbuat dari dua bahan yaitu pipa baja dan karet sintetis.
Saluran bahan bakar dapat dibagi dua bagian yaitu : saluran utama yang menyalurkan bahan bakar dari tangki ke pompa bahan bakar atau sering disebut fuel line dan saluran pembalik yang menyalurkan kembali bahan bakar dari karburator ke tangki atau disebut fuel return line.
Gangguan pada saluaran bahan bakar.
a) Selang retak
Retaknya selang dan pipa bahan bakar biasa disebabkan karena benturan, goresan atau keausan dari pipa dan selang itu sendiri karena umur yang sudah tua.
b) Selang atau pipa kegencet
Slang atau pipa kegencet disebabkan karena terhimpitnya selang dan pipa dengan benda lain disekitar saluran.
Gejala yang mungkin muncul.
a) Selang dan pipa retak
Gejala yang muncul akibat slang dan pipa bahan bakar retak, bila terjadi pada saluran hisap (suction) yaitu jumlah aliran bahan bakar menjadi berkurang, tenaga motor akan menjadi lemah pada saat membutuhkan bahan bakar lebih. Apabila terjadi pada saluran tekan maka akan tercium bau bensin pada ruang mesin dan itu sangat berbahaya
b) Slang atau pipa kegencet
Gejala yang muncul yaitu aliran bahan bakar ke karburator terhambat yang mengakibatkan bahan bakar tidak sampai ke karburator, sehingga engine tidak mau hidup. Bila selang pengembali dari pompa bahan bakar kegencet maka aliran bahan bakar yang ke karburator semakin besar dan akan mengakibatkan karburator menjadi banjir. Slang atau pipa kegencet bisa pula mengakibatkan slang atau pipa tersebut lama kelamaan menjadi retak dan mengakibatkan kebocoran.
3. Saringan Bensin
Kontruksi saringan bahan bakar dan fungsinya

Gamabar 03. Saringan Bahan Bakar
(New Step 1, 1995 : 3 – 47)

Saringan bensin terletak di antara tangki bensin dan pompa bensin.
Saringan ini berfungsi menyaring kotoran-kotoran dan air yang terbawa aliran bensin. Elemen yang terdapat di dalam saringan akan mengurangi kecepatan aliran bensin sehingga apabila ada kotoran atau air akan turun ke bagian dasar saringan.
Terdapat dua jenis saringan bahan bakar yaitu model gelas dan model katrid. Saringan model gelas elemennya dapat diganti dengan membuka rumah kacanya, sedangkan model katrid bila elemennya kotor tidak dapat diganti. Untuk saat ini saringan bahan bakar yang sering digunakan adalah model katrid karena lebih efesien dalam pemakaian dan pemasangan, walaupun di dalam pemakainya terhitung lebih boros di banding dengan model gelas.
Adapun cara membersihkankanya dengan jalan menyemprotkan udara bersih lalu dikocok-kocok dan dibilas hingga bersih. Penggantian saringan bensin yang baik adalah tiap kali pemakaian kendaraan sejauh 20.000 km (per 12 bulan). Sedangkan sebelum waktu tersebut hanya di lakukan pengecekan dan perawatan apabila sudah kotor.
Gangguan pada saringan bahan bakar dan gejala yang mungkin terjadi.
1) Gangguan yang sering terjadi pada saringan bahan bakar adalah tersumbatnya saringan bahan bakar yang disebabkan adanya kotoran-kotoran yang ikut terbawa bersama aliran bahan bakar.
2) Gejala yang sering terjadi yaitu berkurangnya aliran bahan bakar ke karburator.
Tersumbatnya saringan bahan bakar akan menyebabkan tidak lancarnya aliran bahan bakar ke karburator. Hal tersebut akan sangat menggaggu putaran mesin khususnya pada saat tanjakan ataupun pada saat kecepatan tinggi. Disamping itu mesin akan tersendat-sendat pada saat akselerasi karena sangat kurusnya campuran udara dan bahan bakar.






4. Pompa Bahan bakar
Kontruksi pompa bahan bakar dan cara kerjanya

Gambar 04. Pompa Bahan Bakar Mekanik
(New Step 1, 1995 : 3 – 48)
Karena letak tangki yang lebih rendah dari karburator maka bensin tidak dapat mengalir, sehingga diperlukan pompa bahan bakar untuk mengalirkan bahan bakar dari tangki ke karburator. Ada dua jenis pompa bahan bakar, yaitu model mekanik dan model elektrik. Pada Toyota Kijang 5K menggunakan pompa bensin model mekanik.
Pompa model mekanik menggunakan diagrahma dan dua buah katup, yaitu katub masuk dan katub keluar.
Pompa mekanik pada umumnya digerakan oleh nok yang sekaligus dipasang pada pros nok dari motor, pompa ini dipasang di samping blok silinder dekat dengan gerakan yang ditimbulkan oleh angkat dari nok dan pegas penggerak membrane sehinga timbul tekanan bensin yang akan mengalir dan menutup katup masuk maupun katup keluar.

Cara kerja pompa bensin model mekanik pada Toyota Kijang 5K terdapat 3 tahap, yaitu :
1. Penghisapan

Gambar 05. Pompa Bahan Bakar Saat Pengisapan
(New Step 1, 1995 : 3 – 48)

Diagrahma akan tertarik ke bawah saat rocker arm tertekan ke atas oleh nok ruang di atas diagrahma akan menjadi vakum. Saat itulah katup masuk akan membuka dan bahan bakar akan mengalir menuju diagrahma dan katup keluar tertutup Karena tertekan pegas.
2. Penyaluran
Saat nok berputar, maka rocker arm akan kembali ke posisi semula sehingga diagrahma didorong melalui katup keluar dan terus mengalir ke karburator.

Gambar 06. pompa bensin saat penyaluran bahan bakar.
(New Step 1, 1995 : 3-49)
3. Tidak Bekerja

Gamabar 07. Pompa Bahan Bakar Saat Tidak Bekerja
(New Step 1, 1995 3 – 49)
Jika bahan bakar yang tersedia pada karburator sudah cukup maka diagrahma akan tertarik ke bawah dan batang pull rod pada posisi turun. Hal ini disebabkan karena tekanan pegas sama dengan tekanan bahan bakar. Pada saat ini rocker arm tidak bekerja walaupun nok berputar, akibatnya diagrahma diam dan pompa bahan bakar tidak bekerja.
Gangguan yang sering terjadi yaitu :
a) Diagrahma bocor.
Diagrahma bocor, akan berakibat pada saat melakukan langkah hisap pompa tidak bias bekerja dengan efektif sehinga bahan bakar kurang. Hal ini di tandai dengan keluarnya bahan bakar melalui lubang ventilasi badan pompa,
b) Katup isap inlet check valve tidak menutup rapat.
Katup hisap inlet check valve tidak menutup rapat, menyebabkan pada saat langkah tekan bahan bakar masuk di atas membrane, dan pada saaat langkah tekan bahan bakar sebagaian masuk outlet check valve dan sebagian masuk ke inlet chek valve sehinga bahan bakar berkurang.
c) Katup outlet check valve tidak menutup rapat.
Katup outlet check valve tidak menutup rapat menyebabkan pada saat langkah hisap pompa, inlet dan outlet check valve terbuka sehingga bahan bakar yang masuk membran menjadi minimal sekali dan bahan bakar yang dikirimkan ke karburator pada saat langkah tekan juga akan minimal sekali. Gangguan dari inlet atau outlet check valve ini biasanya disebabkan oleh kotoran yang ikut bahan bakar sehingga kotoran tersebut menganjal salah satu atau kedua katup tersebut. Di samping itu bisa disebabkan pula karena keausan dari inlet atau outlet check valve ( sebagian dari inlet check valve maupun outlet check valve pada pompa bahan bakar terbuat dari bahan karet ), ini rentang sekali terhadap bahan bakar dengan kualitas yang kurang baik misalnya bercampur dengan minyak tanah.
d) Oil seal rusak.
Kerusakan oil seal pada pompa menyebabkan sebagian pelumas akan keluar melalui lubang ventilasi. Jika hal tersebut diikuti oleh kerusakan atau kebocoran pada membran maka pada lubang ventilasi keluar bahan bakar bercampur minyak pelumas. Hal tersebut akan lebih berbahaya lagi jika terjadi bahan bakar masuk kedalam ruang mesin sehingga kualitas pelumas akan rusak yang mengakibatkan terganggunya kualitas sistem pelumasan.
e) Kerusakan pada pump lever arm
Keausan pada pump lever arm, menyebabkan pump lever arm tidak terus bersinggungan terhadap cam penggerak pompa sehingga akan menimbulkan suatu bunyi pada pompa bahan bakar pada saat bekerja. Hal tersebut bisa diatasi dengan jalan mengurangi ebonik pada dudukan pompa bensin.
Gejala yang muncul bila terjadi gangguan seperti di atas yaitu :
a) Keluarnya bensin pada lubang ventilasi badan pompa.
b) Kurangnya pasokan bahan bakar ke karburator.
c) Keluarnya minyak pelumas melalui lubang ventilasi.
d) Timbulnya bunyi pada pompa bahan bakar.
5. Karburator
Tenaga motor bensin diperoleh dari pembakaran campuran udara dan bahan bakar di dalam silinder. Untuk memperoleh campuran udara dan bahan bakar yang sesuai dengan kondisi kerja mesin dipergunakan karburator.

Gamabar 08. Karburator
(Step 2 1994 2 – 11)

Bahan bakar bensin sebelum masuk ke dalanm silinder harus bersifat sangat mudah terbakar agar mesin dapat menghasilkan efesiensi tenaga yang maksimal. Bensin sedikit sulit terbakar bila tidak dirubah ke dalam bentuk gas. Untuk itu bensin harus dicampur degan udara dalam perbandingan yang tepat.
Perbandingan bahan bahan bakar dan udara dinyatakan berdasarkan perbandingan berat. Secara teoritis nilai pencampuran bahan bakar dengan udara adalah 15:1, artinya bagian udara sebanyak 15 bagian dicampur dengan 1 bagian bahan bakar dalam satuan berat. Tetapi pada kenyataanya, mesin menghendaki perbandingan yang berbeda-beda dan tergantung pada temperature sekitar mesin, beban dan kondisi lainya.
Kondisi kerja mesin Perbandingan udar dan bahan bakar
Saat start tempertur rendah (0ºC) 1:1
Saat sart temperatur normal (20º) 5:1
Saat idling 11:1
Saat putaran lambat 12-13 : 1
Saat akselerasi 8 : 1
Saat putaran maksimal (beban penuh) 12-13 : 1
Saat putaran sedang (ekonomis) 16-18 :1
Tabel 1. Perbandingan bahan bakar dan udara sesuai kondisi mesin.
(New step 1, 1995 : 3-51)

Pada kendaraan Toyota Kijang 5K menggunakan karburator jenis double barrel. Untuk memenuhi kebutuhan kerja pada mesin, pada karburator terdapat beberapa sistem, antara lain : a). sistem pelampung, b). sistem stasioner dan kecepatan lambat, c). primary high speed system (sistem utama), d) secondary high speed system, e). secondary Low Speed System, f). sistem tenaga (power system), g). Sistem percepatan (acceleration system), h). sistem cuk, i). Positive Crankcase Ventilation (PCV) System.
a. Sistem Pelampung
Kontruksi sistem pelampung dan cara kerjanya.

Gambar 09. Sistem Pelampung.
(New Step 1, 1995 : 3 – 54)

Akibat mengalirnya udara melalui venturi, maka akan terjadi kevakuman pada venturi, akibatnya bensin keluar dari ruang pelampung melalui nozel utama. Jika terjadi perbedaan tinggi antara bibir nozel dan permukaan bensin berubah, maka jumlah bensin yang di keluarkan oleh nozel berubah pula. Untuk menjaga agar permukaan nozel di dalam ruang pelampung selalu tetap, maka sistem pelampung akan mengaturnya.
Bila bensin mengalir melalui needle valve dan masuk ke ruang pelampung, maka ruang pelampung akan terangkat ke atas, needle valve menutup dan menghentikan aliran bensin. Bila permukaan bensin turun karena dipakai untuk pembakaran maka pelampung dan needle valve terbuka dan bensin akan masuk ke ruang pelampung dengan sendirinya.
Gangguan pada sistem pelampung dan gejala yang munkin terjadi.
1) Gangguan needle valve aus dan penyetelan tinggi pelampung yang tidak tepat.
Ujung needle valve aus dan penyetelan tinggi pelampung yang terlalu tinggi akan menyebabkan bahan bakar terlalu banyak mengalir keruang pelampung akibatnya pda saat akselerasimesin akan tersendat-sendat dan mesin akan suluit untuk dihidupkan karena banjir.
2) Needle valve tersumbat dan katup jarum macet
Needle valve tersumbat, katup jarum macet dan penyetelan tinggi pelampung yang terlalu rendah akan menyebabkan bahan bakar yang mengalir ke ruang pelampung terlalu sedikit. Hal tersebut akan menjadikan putaran idle/stasioner kasar dan mesin juga sulit untuk di hidupkan karena bahan bakar terlalu kurus.
Gejala yang muncul bila terjadi gangguan pada sistem pelampung adalah mesin tersendat-sendat pada saaat akselerasi, putaran idle atau stasioner kasar dan mesin sukar untuk dihidupkan.





b. Sistem stasioner dan kecepatan lambat (primary low speed system)
Kontruksi dan cara kerjanya

Gambar 10. Sistem Stasioner dan Kecepatan Lambat
(New Step 1, 1995 : 3 – 56)

Bila mesin berputar lambat dan throttle valve terbuka sedikit maka jumlah udara yang masuk ke karburator sangat sedikit. Bensin tidak disalurkan nosel utama karena terjadi ke vakuman pada venture kecil. Oleh sebab itu digunakan primary low speed circuit untuk menyalurkan bensin dibawah throttle valve pada saat mesin berputar.
1) Mesin berputar stasioner (idling)
Bila throttle valve ditutup maka kevakuman yang terjadi pada bagian bawah throttle valve besar karena akibat dari langkah hisap torak. Hal ini menyebabkan bensin yang bercampur dengan udara dari air bleeder keluar dari idle port ke intake manifold dan masuk ke dalam silinder.










Gambar 11. Skema aliran bensin dan udara saat throttle valve menutup.
2) Throttle valve dibuka sedikit
Pada keadaan ini jumlah udara yang mengalir bertambah. Hal ini akan menyebabkan kevakuman di bawah throttle valve berkurang, sehingga bahan bakar menjadi kurus. Untuk mencegah hal itu maka pada saat throttle valve dibuka sedikit, slow port mengeluarkan bahan bakar.









Gambar 13. Skema aliran bensin dan udara saaat throttle valve terbuka sedikit.
Adapun komponen karburator yang erat hubugannya dengan sistem primary low speet system antara lain :
a) Sekrup penyetel campuran idle (idle mixture adjusting screw).

Gambar 11. Sekrup Penyetel Campuran Idle.
(New Step 1, 1995 3 – 56)
Campuran udara dan bahan bakar supaya mesin berputar stasioner adalah 11 : Perbandingan udara dan bahan bakar oleh diameter dalam slow jet. Penyetelan perbandingan ini diatur oleh oleh scrup penyetel campuran stasioner dengan jalan memutar skrup tersebut.
b) Slow jet
Jumlah bahan bakar yang disuplai untuk primary untuk low speed circuit dikontrol oleh slow jet. Bahan bakar tersebut dialirkan melalui slow jet melalui skrup penyetel dan masuk ke dalam silinder.
c) Air bleeder
Air bleeder membantu mengatomisasikan bahan bakar untuk bercampur dengan udara. Pada primary low speed circuit terdapat dua bleeder, yaitu air

bleeder no. 1 (primary air bleeder) dan air bleeder no. 2 (secondary air bleeder).
d) Economizer jet
Economizer jet berfungsi menambah kecepatan aliran bahan bakar sehingga diperoleh campuran bahan bakar dari air bleeder 1 dan 2.
e) Katup solenoid
Bila mesin berputar terus menerus setelah ignition switch pada posisi OFF, ini dinamakan “dieseling”, yang disebabkan oleh campuran udara dan bahan bakar yang dibakar oleh pemanas yang berlebihan dari busi katup gas buang. Salah satu cara untuk mencegah dieseling adalah menghentikan bahan suplai bahan bakar ke karburator (idle port) atau memperbanyak udara yang masuk ke intake manifold.

Gambar 12. Katup Selenoid.
(New Step 1, 1995 : 3 – 54)

Cara kerja katup solenoid :
Bila ignition switch pada posisi OFF, ktup solenoid akan menutup saluran bahan bakar yang ke low speed circuit. Bila ignition switch pada posisi ON, bahan bakar mengalir melalui katup solenoid dan katub terbuka sehingga bensin mengalir melalui low speed circuit. Apabila katup solenoid tidak terbuka, maka mesin dapat dihidupkan tetapi tidak dapat berputar saat idling.
1) Gangguan pada primary low speed system dan gejala yang mungkin terjadi.
Putaran idling atau stasioner adalah putaran mesin tanpa beban atau dengan kata lain bahwa mesin bekerja walau tidak /tanpa menginjak pedal gas. Gangguan yang sering terjadi pada sistem ini adalah :
a) Slow jet kotor atau tersumbat.
Slow jet adalah saluaran bahan bakar pada saat katup gas tertutup, sehingga apabila saluran bahan bakar slow jet tersumbat kotor/tersumbat maka akan mengakibatkan putaran mesin kasar karena kekurangan bahan bakar.
b) Setelan idle mixture adjusting screw tidak tepat.
Jumlah campuran udara dan bahan bakar yang masuk ke dalam silinder pada saat putaran idling/stationer, ditentukan oleh idle mixture adjusting scew. Apabila jumlah bahan bakar yang masuk ke dalam silinder terlalu banyak, maka putaran mesin pada saat idling/stationer kasar. Hal ini diakibatkan tidak tepatnya didalam melakukan penyetelan putaran idling/stationer.
c) Penyetelan pelampung tidak tepat.
Bila penyatelan pelampung di dalam ruang pelampung tidak tepat, maka akan mengakibatkan jumlah bahan bakar berlebihan atau kekurusan. Apabila jumlah bahan bakar di dalam ruang pelampung terlalu banyak, maka bahan bakar tersebut akan mengalir dengan sendirinya melalui nosel walaupun katup gas dalam keadaan tertutup. Selanjutnya apabila dibiarkan maka akan mengakibatkan campuran udara dan bahan bakar terlalu gemuk atau kaya yang menyebabkan putaran idling/stasioner menjadi kasar.
d) Packing karburator robek/rusak
Bila packing rusak/robek, maka akan mengakibatkan masuknya udar luar ke dalam karburator. Dengan masuknya udara luar melalui celah-celah packing yang rusak/robek, maka akan mempengaruhi campuran udara dan bahan bakar sehingga mengakibatkan putaran stationer menjadi kasar.
c. Sitem utama (Primary High Speed System)
Kontruksi dan cara kerjanya.

Gambar 13. Sistem Utama.
(New Step 1, 1995 3 – 58)
Primary high speed system berfungsi mensuplai bahan bakar pada saat kendaraan berjalan pada kecepatan sedang dan tinggi. High Speed Circuit dirancang untuk menyediakan campuran udara dan bahan bakar yang ekonomis yaitu ( 16-18 : 1). Untuk mendapatkan output yang tinggi disediakan disediakan tambahan sistem yaitu sistem akselerasi dan sistem tenaga.
Cara kerja Primari High Speed Sistem :
Bila primary throttle valve dibuka maka kecepatan udara yang mengalir pada venturi bertambah, sehingga akan terjadi perbedaan tekanan pada ujung nosel dan ruang pelampung. Tekanan pada ujung nosel akan lebih rendah dari pada ruang pelampung. Akibatnya bahan bakar dari ruang pelampung mengalir dan sebelum keluar melalui nosel terlebih dahu dicampur udara dari main air bleeder. Skema aliran bahan bakar pada Primary High Speed System adalah sebagai berikut :






Gamabar 17. Skema aliran bahan bakar Primary High Speed System
Bila jumlah bahan bakar yang disalurkan oleh nosel utama pada high speed system maka jumlah bahan bakar yang disuplai oleh low speed system berkurang.
Hubungan antara jumlah bahan bakar disuplai pada High Speed System dan low speed system adalah seperti diperlihatkan pada grafik dibawah ini :

Gambar 18. Gravik Hubungan Antara Low Speed dan High Speed System
Adapun komponen karburator yang erat hubungan dengan primary high speed system antara lain :
a) Main jet
Main jet mengontrol jumlah bensin yang disalurkan oleh primary high speed system.
b) Air bleeder
Air bleeder membantu mengatomisasi bahan bakar agar mudah bercampur dengan udara, sebelum dikeluarkan melalui nosel.
Cara kerja air bleeder :
Bila tekanan pada bagian ujung nosel turun, maka udara dan air bleeder masuk dan akan mencampur bahan bakar, sehingga bahan bakar akan menjadi gelembung. Campuran tersebut disemprotkan dari nosel utama dan selanjutnya dicampur lagi dengan udara dari air horn sehingga menjadi gelembung – gelembung yang halus yang berupa campuran udara dan bahan bakar. Gelembung tersebut di akibatkan karena udara yang masuk ke air bleeder bercampur dengan bahan bakar melewati lubang – lubang kecil disisi air bleeder.

Gamabar 19. Air Bleeder.
(New Step 1, 1995 3 – 59)
Gangguan pada primary hig speed system dan gejala yang mungkin terjadi.
a) Tersumbatnya main jet
Tersumbatnya atau kotornya main jet (jet utama) ini disebabkan karena saringan bahan bakar yang sudah jenuh. Melemahnya kemampuan filter dalam menyaring akan menyebabkan masuknya kotoran kedalam ruang pelampung dan juga main jet. Hal ini akan mengakibatkan pasokan bahan bakar yang digunakan pada sistem utama menjadi lebih kurus sehingga primary high speed system menjadi tidak sempurna. Gejala yang timbul yaitu pada putaran sedang berkisar antara 1000-3000 rpm tenaga kurang sekali.
b) Kotornya main air bleeder
Hal ini disebabkan karena udara yang masuk air horn sedikit membawa kotoran, akibatnya atomisasi dari bahan bakar menjadi kurang sempurna. Hal tersebut dikarenakan kondisi filter yang kotor. Gejala yang dapat dilihat yaitu pada saat rpm 2000-3000 pada primary main nozel tidak mengabut dengan baik.
d. Secondari High Speed System .
Kontruksi dan cara kerjanya.
Primary high speed system berfungsi pada saat mesin bekerja pada beban ringan dan jumlah udara yang masuk sedikit. Tetapi apabila pada beban berat atau kecepatan tinggi suplay campuaran udara dan bahan bakar ke silinder oleh Primary High Speed system tidak cukup maka Secondary High Speed System pada saat itu mulai bakerja.
Secondary High Speed System disusun sama seperti Primary High Speed System, tetapi karena Secondary High Speed System direncanakan untuk bekerja bila mesin membutuhkan out put yang besar maka ukuran (dia meter) dari nozel, venturi dan jet dibuat lebih besar.

Gamabar 20. Secondary High Speed System.
(New Step 1, 1995 3 – 61)

Cara kerja Secondary High Speed System :
Bila mesin berputar pada putaran rendah, vacum yang dihasilkan oleh vacum bleeder pada primary masih lemah, sehingga vacum di dalam rumah diagrahma juga masih lemah dan secondary throttle valve belum bisa membuka. Bila putaran mesin semakin tinggi maka vacum bleeder pada primary mampu menyebabkan secondary throttle valve terbuka sedikit, dengan sedikit terbukanya secondary throttle valve akan menyebabkan vacuum pada rumah diagrahma besar dan secondary throttle valve terbuka semakin lebar. Hal ini menyebabkan udara ke secondary dan bahan bakar keluar dari nosel sekunder.
Skema aliran bahan bakar adalah sebagai berikut :






Gambar 21. skema aliran bahan bakar secondary high speed system
Gangguan yang terjadi pada secondary high speed system dan gejala yang mungkin terjadi.
a) Kotornya pada secondary main jet yang akan menyebabkan tidak lancarnya aliaran bahan bakar sehingga pasokan bahan bakar akan berkurang, yang mana pada sistem ini di butuhkan pasukan bahan bakar yang kaya yaitu dengan perbandingan 12-13 : 1. gejala yang dapat dirasakan yaitu pada saat putaran tinggi, di atas 3000 rpm maka tenaga akan sangat kurang sekali.
b) Kotornya secondary main air bleeder.
Hal ini dikarenakan kondisi filter yang kotor, sehingga udara yang masuk air horn sedikit membawa kotoran. Gejala yang dapat di lihat yaitu pada saat putran di atas 3000 rpm pada secondary main nozzle tidak mengabut dengan baik.

e. Secondary Low Speed System
Kontruksi dan cara kerjanya

Gamabar 21. Secondary low speed system.
(Step 2, 1994 2 – 58)

Bila secondary thorottle valve mulai membuka, aliran udara dalam secondary bergerak lambat, sehingga bahan bakar dalam secondary main nozel sangat sedikit. Hal ini akan menyebabkan campuran bahan bakar menjadi kurus, karena udar yang masuk banyak, ini adalah hasil kerja dari secondary yang lambat mengakibatkan mesin menjadi tersendat-sendat selama akselerasi. Untuk mengatasi ini saat katup secondary throttle valve membuka sedikit dan di depan secondary slow port timbul kevakuman sehinga bahan bakar mengalir.
Gangguan yang terjadi pada secondary low speed system dan geja yang mungkin terjadi.
Kotornya secondary slow port akan menyebabkan tidak lancarnya aliran bahan bakar sehingga pasokan bahan bakar akan berkurang. Gejala dapat dirasakan adalah pada saat akselerasi.
f. Sistem Tenaga (power system)

Gambar 22. Sistem Tenaga.
(New Step 1, 1995 : 3 – 61)

Primary high speed system direncanakan untuk pemakaian bahan bakar yang ekonomis, jika mesin harus mengeluarkan tenaga yang besar maka harus ada tambahan bahan bakar ke primary high speed system. Tambahan bahan bakar tersebut disuplai oleh power system sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi kaya 912-13 :1).
Cara kerja power system adalah :
Bila primary throttle valve terbuka sedikit yaitu pada beban ringan maka kevakuman pada intake manifold akan besar, akibatnya power piston akan terisap dan terangkat pada posisi atas. Hal ini akan menyebabkan power valve spring (B) menahan power valve, sehingga power valve tersebut tertutup.
Apabila primary throttle valve dibuka agak lebar yaitu pada kecepatan tinggi atau menanjak, maka kevakuman pada intake manifold berkurang sehinggs pada power piston terdorong kebawah oleh power valve spring (A) sehingga power valve terbuka. Bila hal ini terjadi, maka bahan bakar mengalir dari power jet dan primary main jet ke primary hig speed system sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi kaya.
Di bawah ini diperlihatkan skema alliran bahan bakar dan udara mengalir pada power system :








Gambar 24. Skema aliaran bahan bakar secondary low speed system.
Gangguan yang terjadi pada power system dan gejala yang mungkin terjadi :
a) Macetnya power piston menekan power valve.
Hal ini menyebabkan power jet selalu mentribusi bahn bakar, baik itu pada kecepatan sedang atau tinggi sehingga menyebabkan konsumsi bahan bakar menjadi boros. Gejala yang timbul dapat dilihat pada sisi knolpot yaitu terdapatnya endapan karbon yang kering (jelaga karbon pada knalpot). Hal ini disebabkan karena kebocoran pada power piston sehingga isapan intake manifold melalui saluran vacuum bleeder tidak mampu melawan pegas power piston.
b) Power piston macet pada posisi terangkat.
Power valve yang selalu menutup akan menyebabkan tidak adanya distribusi bahan bakar pada power jet. Hal ini akan mengakibatkan pasokan bahan bakar kurang pada saat power dibutuhkan, sehingga tenaga yang dihasilkanpun jaga sangat kurang. Gejala tersebut juaga bisa terjadi kalau power jet kotor/tersumbat.
g. Sistem Percepatan (Acceleration System )
Kontruksi dan cara kerjanya
Percepatan pada mesin dilakukan saat valve membuka secara tiba-tiba, akibatnya jumlah campuran bahan bakar dan udara yang diperlukan juga lebih cepat dan lebih banyak, akan tetapi karena bahan bakar lebih berat dari pada udara maka bahan bakar akan datang terlambat sehingga campuran akan menjadi kurus, padahal saat akselerasi dibutuhkan campuran yang kaya. Oleh karena itu korburator dilengkapi dengan sistem akselerasi/percepatan. Sistem percepatan menambahkan bahan bakar keruang bakar agar campuran menjdi kaya dan hasil pembakaran menjadi besar. Sistem percepatan sangat berguna sekali pada waktu akselerasi atau mendahului kendaraan lain, pada sistem ini engine butuh campuran yang kaya.


Gamabar 23. Sistem Percepatan.
(New Step 1, 1995 3 – 61)

Acceleration system berfungsi untuk mengatasi terjadinya campuran bahan bakar yang kurus pada saat throtle valve terbuka secara tiba-tiba dengan jalan memberikan sejumlah campuran bahan bakar yang diperlukan untuk akselerasi yaitu 8 :1.
Cara kerja sistem percepatan:
Pada saat pedal gas di injak secar tiba-tiba, plunger pump (pompa plunyer) bergerak turun menekan bensin yang ada pada ruang bawah plunger pump. Akibatnya bensin akan mendorong outlet steel ball dan pemberat kemudian bensin keluar ke primary ventury melalui pump jet setelah melakukan penekanan tersebut, pump plunger kenbali ke posisi semula pada saat deccelerasi dan bahan bakar masuk lagi ke dalam ruang pompa melalui inlet steel ball untuk persiapan saat akselerasi berikutnya. Keluarnya bahan bakar hanya terjadi sekali yaitu saat ada penekanan dari pumpa plunger, banyak sedikitnya bahan bakar yang keluar tergantung dari cepat atau lambatnya pedal akselerasi di injak.
Skema aliran bahan bakar dan udara pada saat sistem akselerasi adalah sebagai berikut :






Gambar 26. Skema aliran bahan bakar Sistem percepatan.
Gangguan yang terjadi pada sistem percepatan dan gejala yang mungkin terjadi.
Komponen utama dalam sistem percepatan yaitu steel ball/bola baja (inlet steel bal dan outlet steel ball), plunger dan pump jet. Pada saat percepatan dibutuhkan campuran bahan bakar yang lebih kurus yaitu 8: 1. Hal ini akan disalurkan melalui sitem percepatan yang komponennya yaitu steel ball inlet yang berhubungan langsung dengan ruang pelampung (one way). Plunger dalam proses expansinya akan menghisap bahan bakar dari ruang pelampung melalui steel ball inlet. Pada saat kompresi akan menutup steel ball inlet dan membuka steel ball outlet sehingga bahan bakar terkirim ke pump jet. Steel ball outlet menutup saluran outlet pada saat pompa plunger expansi sehingga udara tidak masuk ke ruang plunger (diharapkan bahan bakar saja yang masuk dari inlet). Pump jet fungsinya menyemprotkan bahan bakar menuju ke sistem.

Kemumgkinan kerusakan yang bisa terjadi pada sistem ini adalah :
a) Steel ball inlet tidak bisa menutup rapat.
Steel ball inlet tidak bisa menutup rapat akan mengakibatkan keluarnya bahan bakar ke pump jet kurang karena pada saat kompresi plunger, bahan bakar sebagian masuk ke pelampung dan sebagian masuk ke outlet.
b) Steel ball outlet tidak menutup rapat
Hal ini akan mengaklibatkan pada expansi bukan bahan bakar dari ruang pelampung yang dihisap melainkan udara dari saluran outlet yang masuk keruang plunger sehingga pada saat kompresi tidak ada bahan bakar yang masuk ke pump jet.
c) Tersumbatnya pump jet
Tersumbatnya pump jet akan menyebabkan tidak adanya pasokan bahan bakar pada saat akselerasi menjadi lemah.
h. Sistem choke
Krontruksi dan fungsinya
Saat mesin dalam kondisi dingin, bensin tidak akan menguap dengan baik dan sebagian campuran udara yang mengalir akan mengembun pada dinding intake manifold, karena dalam keadaan dingin. Hal ini akan mengakibatkan campuran udara dan bahan bakar menjadi kurus sehingga mesin sukar hidup. Sistem cuk pada karburator ada dua tipe, yaitu manual dan otomatis. Sistem cuk pada Toyota Kijang 5K menggunakan sistem cuk tipe manual.

Gamabar 24. Sistem Choke.
(New Step 1, 1995 3 : 63)

Katup cuk akan tertutup rapat pada saat temperature mencapai 25ºC oleh pegas thermostatic (bimetal). Bila mesin hidup dalam keadaan katup cuk tertutup, maka akan terjadi kevakuman dibawah katup cuk. Hal ini menyebabkan bahan bakar disalurkan oleh primary low dan high speed system seingga campuran menjadi kaya.
Fungsi dari choke breaker adalah memegang dengan paksa katup cuk agar sedikit membuka untuk membiarkan udara masuk secukupnya guna mencegah campuran gemuk ketika katup cuk tertutup penuh. Sedangkan fungsi choke opener adalah untuk membuka penuh ketika knob choke ditarik keluar, walaupun melalui choke breaker, setelah temperatur air pendingin mesin naik di atas angka spesifikasi.




Gangguan pada cuk dan gejala yang mungkin terjadi.
a) Kerusakan pada coil
Kerusakan pada coil akan menyebabkan pembukaan cuk menjadi lambat sehingga pada saat start terjadi kelebihan bahan bakar. Hal ini akan menjadikan mesin mlepek dan mesin sulit untuk dihidupkan.
b) Cuk tidak bisa menutup
Tidak bisa menutupnya cuk kemungkinan diakibatkan oleh kotornya mekanisme. Hal ini akan menyebabkan kurangnya bahan bakar pada start awal, sehingga start bisa terjadi secara berulang-ulang.
i. Positive Crankcase Ventilation (PCV) System
Kontruksi dan cara kerjanya

Gambar 25. Positive Crankcase Ventilation (PCV) System.
(New Step 1, 1995 3: 3 – 63)

Positive crankcase ventilation (PCV) Sistem dirancang untuk mencegah mengalirnya blow by gas (campuran udara dan bahan bakar yang bocor) agar tidak ke adara luar, yang akan mengakibat pengotoran udara. Pencegahan tersebut dilakuakn dengan jalan mengalirkan kembali blow by gas ke intake manifold sesuai dengan kondisi kerja mesin. Sisa gas pembakaran yang masih biasa di bakar didalam ruang poros engkol akan menggangu sistem yang lain dan juga mempengaruhi kualitas pelumasan maka sistem ini sangat penting untuk menjaga agar sistem yang di dalam engine tetap dalam performanya.


Gamabar 26. Cara Kerja Positive Crankcase Ventilation (PCV) System.
(New Step 1, 1995 3 – 630)
a) Pada saat mesin mati atau bila terjadi back fire, dengan adanya pegas, valve akan tertekan ke bawah menutup saluran yang menghubungkan intake manifold dan crankcase.
b) Pada saat putaran idle atau saaat pengurangan kecepatan, kevakuman intake manifold tinggi, sehingga valve akan tertarik ke atas (ke bagian intake manifold) untuk memperkecil luas saluran gas ke intake manifold berkurang.
c) Pada saat mesin bekerja normal, kevakuman pada intake manifold lebih rendah dari pada keadaan (2) diatas, hal ini mengakibatkan valve akan bergerak turun seihingga saluran gas menjadi lebih luas.
d) Pada saat akselerasi atau pada saat beban berat, kevakuman pada intake manifold lebih rendahg lagi sehingga valve akan bergerak lebih turun lagi tetapi belum menutup. Jadi luas saluran gas menjadi maksimum, yang mana blow by gas dapat mengalir ke intake manifold dalam jumlah yang besar. Bila gas yang dihasilkan melebihi kapasitas saluran gas pada valve, gas akan dialirkan ke karburator melalui selang yang dipasang antara silinder dan sarinagan udara.
Gangguan yang terjadi pada (PVC) dan gejala yang mungkin terjadi.
Gangguan yang sering terjadi pada PVC yaitu valve yang ada pada PVC tidak bisa menutup dengan rapat. Hal ini disebabkan karena pegas dalam katup PVC tidak bisa bekerja dengan normal/patah sehingga mengakibatkan tidak sesuainya campurtan bahan bakar yang masuk kesilinder yang menyebabkan putaran mesin menjadi goncang atau tidak stabil.










BAB III
PENUTUP

A. Simpulan
Simpulan yang dapat diambil dari tugas akhir yang berjudul Mekanisme dan Trouble Shooting Sistem Bahan Bakar Toyota Kijang 5K sebagai berikut :
1. Fungsi dari sistem bahan bakar adalah: untuk menyediakan bahan bakar dan sekaligus memberi campuran bahan bakar sesuai dengan kebutuhan mesin.
2. Komponen sistem bahan bakar Toyota Kijang 5K terdiri dari : tangki bahan bakar, saluran bahan bakar, saringan bensin, pompa bensin mekanik, dan karburator.
3. Fungsi karburator untuk mencampur bahan bakar dan udara dalam perbandingan yang tepat sesuai dengan kebutuhan mesin.
4. Prinsip kerja karburator berdasarkan kevakuman yang diakibatkan adanya aliran yang cepat pada venture.
5. Ganggunan yang sering terjadi pada karburator diakibatkan adanya kotoran-kotoran yang terdapat pada saluran-saluran di dalam karburator dan keausan dari tiap-tiap komponen.
B. Saran
Saran yang dapat penulis berikan yaitu ;
1. Melakukan perawatan sistem bahan bakar secara berkala untuk mencegah kerusakan atau gangguan pada komnponen-komponen system bahan bakar di antaranya tangki bahan bakar, pompa bahan bakar, karburator, dan saluran bahan bakar.
2. Mengganti saringan bahan bakar apabila sudah kotor untuk mencegah kotoran masuk kedalam karburator.
3. Melakukan analisa secara urut sehingga akan mempermudah dan mempersingkat waktu dalam melakuakan pengecekan maupun perbaikan.

















DAFTAR PUSTAKA
Anonim . 1995. New Step 1 Training manual : PT. Toyota Astra Motor
Anonim.1994. New Step 2 Training Manual. Jakarta : PT. Toyota Astra Motor
Anonim. 1996. Pedoman Reparasi Mesin 5K. Jakarta PT. Toyota Astra Motor

3 komentar:

  1. mas kok ga ada gambarnya klw bisa upload mas gambarnya..thx

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus