Ndeleng Njobo

Loading...

ngolak-ngalik data

Memuat...

Jumat, 30 April 2010

SISTEM PENDINGIN PADA MESIN MITSUBISHI L 300

SISTEM PENDINGIN PADA MESIN MITSUBISHI L 300

A. Fungsi Pendingin
Sistem pendingin adalah suatu rangkaian untuk mengatasi terjadinya over heating pada mesin agar mesin bekerja dengan optimal. Pada mesin solar energi yang terkandung dalam bahan bakar diubah menjadi energi efektif melalui proses pembakaran. Proses pembakaran akan menghasilkan panas yang kemudian akan diubah menjadi energi mekanis. Dari panas yang dihasilkan hanya sekitar 32 % yang diserap sistem pendingin. Untuk mencegah terjadinya over heating yang akan merusak komponen-komponen mesin.
Secara garis besar fungsi sistem pendingin dibagi menjadi dua, yaitu antara lain :
1. Untuk mengurangi panas yang berlebihan pada mesin.
2. Untuk mempercepat suhu kerja mesin dan mesin bisa bekerja secara optimal setelah suhu kerja mesin tercapai.

B. Jenis Pendingin
Mesin pembakaran dalam adalah suatu mesin panas yang selama beroperasi temperatur gas dalam ruang pembakaran bisa mencapai 2500o. Disekitar ruang pembakaran bahan logam akan mencapai suhu sekitar 600o. Oleh karena itu, diperlukan adanya suatu sistem pendingin mesin.

Cara pendinginan mesin yang dikenal selama ini adalah sebagai berikut :
1. Secara Langsung (Dengan Sistem Pendinginan Udara)
2. Secara Tidak Langsung (Kombinasi Antara Pendinginan Air Dan Udara)
Kedua cara ini dapat menyerap panas sekitar 33 % ke atmosfer (udara luar) melalui atau dengan daya konveksi, yakni udara dihamburkan ke permukaan bahan logam yang panas. Bagaimanapun efisien mesin akan berkurang jika pemindahan panas semakin bertambah. Dan pembahasan kali ini adalah sistem pendingin secara tidak langsung (kombinasi antara pendinginan udara dan air) karena pada mitsubishi L 300 Diesel menggunakan sistem ini.
Tiga cara perpindahan panas, yaitu :
1. Radiasi
Contoh : Panas dari mesin akan memancar disekeliling ruang mesin, jadi perambatan panas secara langsung walaupun tanpa media panas bisa merambat.
2. Konduksi
Contoh : Perpindahan panas dari dinding silinder bagian dalam kedinding silinder bagian luar
3. Konveksi
Contoh : Perpindahan panas dari gas pembakaran kedinding silinder bagian dalam dan perpindahan panas dari dinding silinder bagian luar ke air dalam mantel air.













Gambar 1. Sistem pendingin

C. Prinsip Kerja Sistem Pendingin Mitsubishi L 300
Air pendingin yang masih dingin ditampung didalam radiator, setelah mesin dihidupkan dan suhu naik, air pendingin tersebut dipompa menuju ke cylinder head. Air pendingin yang telah panas sekitar 820C akan membuka katup thermostat, dan mengalirkan air pendingin yang telah panas tersebut ke radiator untuk didinginkan kembali. Pendinginan radiator dibantu oleh isapan angin dari kipas pendinginan yang berputar. Proses pendingin ini akan berlangsung pada saat mesin hidup.
Pompa air yang digunakan adalah tipe centryfugal yang dipasang pada bagian depan blok silinder dan pada poros pompa terdapat puli kipas udara yang digerakkan oleh poros engkol melalui tali kipas udara.

Keterangan:
1. Radiator
2. Thermostat
3. Cylinderhead

Gambar 2. Aliran Air Pendingin

D. Konstruksi Sistem Pendingin Mitsubishi L 300






Gambar 3. Konstruksi Sistem Pendingin

E.Komponen-Komponen Pada Sistem Pendingin
1. Radiator
Radiator berfungsi untuk mendinginkan air yang telah panas dari mesin dengan cara membuang panas dari air melalui sirip-sirip pendingin.






Pada kendaraan bermesin depan, biasanya raditor diletakkan didepan mesin dalam posisi terbuka untuk sirkulasi udara melalui kisi-kisi didepan kendaraan. Bentuk radiator bisa merupakan jenis tegak.
2. Pompa Air
Pompa air mengedarkan air dari mesin ke radiator untuk memastikan aliran yang positif. Pompa jenis sentrifugal digunakan untuk membuat air mengalir secara teratur tanpa memerlukan tenaga yang berlebihan untuk mengendalikannya.

Gambar 5. Pompa air

3. Water Jacket/Kantong Air
Jaket air terdiri dari selubung/pembungkus terluar, silinder, dan ruang pembakaran. Ruangan antara jaket air kiri dengan silinder ruang bakar dan selubung merupakan ruang air tempat panas dikonveksikan. Ruang jaket air diperluas untuk menyebarkan bagian logam yang terpanas dari mesin seperti dudukan katup.

4. Tutup Radiator
Fungsi tutup radiator adalah untuk menaikkan titik didih air pendinginan dengan jalan menahan ekspansi dari air saat air menjadi panas sehingga tekanan air menjadi lebih tinggi dari tekanan udara luar. Semua kendaraan bermotor dipasang dengan menggunakan tutup radiator bertekanan. Sehingga mengakibatkan beberapa hal berikut ini :
a. Radiator yang lebih kecil bisa digunakan
b. Pompa air lebih efisien
c. Pemanasan ditempat dapat dikurangi
d. Kehilangan air melalui evaporasi dapat dikurangi
e. Gelombang air dapat ditekan




Gambar 6 . Tutup Radiator
5. Termostat (Alat Pengatur Panas)
Termostat berfungsi untuk mempercepat suhu kerja mesin mencapai suhu kerja yang ideal.
Keterangan:
1. Bypass valve 4. Piston
2. Cilinder 5. Valve
3. Wax
Cara kerja :
Pada saat air pendingin panas lilin atau Wax Pellet yang ada didalam thermostat akan memuai dan mendorong katup untik membuka (1). Hal ini disebabkan karena pemakaian lilin tersebut mampu menekan tahan pegas (3), thermostat pada saat temperature air pendingin telah dingin, maka lilin didalam thermostat akan menyusut, sehingga pegas didalam thermostat akan mendorong katup thermostat untuk menutup kembali (2).
Keterangan:
1. Katup saat membuka
2. Katup saat menutup
3. Pegas

Gambar 8. Cara Kerja Thermostat
6. Kipas
Kipas pada sistem pendingin berfungsi untuk mengalirkan udara dari inti radiator agar panas yang terdapat pada inti radiator dapat dirambatkan dengan mudah ke udara. Gerakan kipas diperoleh dari poros engkol bersamaan dengan berputarnya pompa. Tujuan pemasangan kipas adalah untuk mempercepat pendingin air didalam radiator dengan jalan memperbanyak udara yang mengalir melalui radiator terutama pada saat mobil berjalan lambat. Pada saat berjalan cepat aliran udara akibat jalannya mobil sudah cukup untuk mendinginkan air didalam radiator.

Keterangan :
1. Kipas
2. Sabuk
3. Pully poros engkol


Gambar 9. Kipas
7. Selang-Selang Karet Dan Penjepit/Klem Selang
Selang karet membuat hubungan yang fleksibel antara mesin dan radiator atau komponen lainnya,seperti pemanas dan AC. Penguat penjepit selang karet digunakan untuk hal-hal berikut ini :
1. Membalut permukaan
2. Menjaga tekanan dalam sistem dengan menahan kelenturannya
3. Menjadi peredam suhu dalam sistem pendinginan
Penggunaan selang ini terdapat pada :
a. Selang Radiator Bagian Atas
1.) Menghubungkan bagian teratas dari radiator ke pengeluar (outlet) ruang pengukur panas
2.) Menyalurkan air panas dari mesin ke radiator
b. Selang Radiator Bawah
1.) Menghubungkan bagian radiator terbawah ke saluran masuk pompa air
2.) Menyalurkan air hangat dari radiator ke mesin
c. Selang By Pass (Ketika Dipasang)
1.) Menghubungkan bagian lebih rendah pada ruang termostat kesisi jalan masuk pompa air
2.) Menyediakan sirkulasi ke pompa ketika termostat tertutup





Gambar 10 . Selang radiator
8. Botol Pelimpah
Botol pelimpah di pasang dalam unit mesin didekat radiator, dihubungkan ke radiator dialirkan oleh selang karet, sering disebut sistem pemulihan pendingin. Botol atau tabung biasanya terbungkus plastik dan mempunyai tanda “ADD & Full”, untuk mengatasi kelebihan atau panas, seperti sistem pendinginan zat pendingin di transfer kembali ke radiator melalui selang.






BAB III
TROUBLE SHOOTING SISTEM PENDINGIN
PADA MITSUBISHI L 300

A. Gangguan Pada Sistem Pendingin Mitsubishi L 300
1. Terjadi Overcooling
Terjadi over cooling dapat diamati pada temperatur air pendingin yang selalu rendah (jatuh di bawah temperatur kerja idealnya). Jika hal ini terjadi berarti overcooling.
Dari neraca panas hal ini berarti terjadi kenaikan kerugian karena pendinginan (cooling loss). Dengan adanya kenaikan cooling loss ini berarti daya mekanis yang dihasilkan sudah pasti berkurang. Tetapi pada mesin tidak terasa betul. Yang lebih terasa adalah adanya kenaikan pemakaian bahan bakarnya. Jadi over cooling sepertinya tidak berakibat menurunnya daya mekanis mesin yang dihasilkan melainkan konsumsi bahan bakar yang diperlukan mesin.
Gejala dan kemungkinan yang terjadi:
a) Thermostat rusak
Sebagai komponen yang berfungsi mengatur masuknya air pendingin yang masuk ke dalam water jacket agar didapatkan suhu mesin yang sesuai dan apabila pada alat ini terjadi kerusakan dapat mengakibatkan mesin menjadi dingin atau sebaliknya. Tes kerja thermostat tersebut tidak bisa bekerja dengan baik apabila thermostat membuka terus, karena alat tersebut tidak bisa menutup saat mesin dingin, ini berarti thermostat rusak.
Cara mengatasinya :
Termostat harus diganti.
b). Udara luar yang terlalu dingin.
Udara dingin menjadikan mesin itu terlalu dingin.
Cara mengatasinya :
Dengan menghindari radiator kontak langsung dengan udara luar dan menutup radiator agar radiator tertutup.
2. Terjadi Overheating
Terjadi overheating dapat diamati pada temperatur air pendingin yang selalu tinggi (jauh diatas temperatur kerja idealnya). Jika hal ini terjadi berarti overheating.
Dari neraca panas hal ini sebetulnya akan menurunkan kerugian panas karena pendinginan (cooling loss). Tetapi dengan kenaikan temperatur mesin yang diamati pada air pendingin ini selanjutnya akan menyebabkan beberapa komponen mesin mengalami perubahan bentuk yang berlebihan akibatnya pemuaiannya seperti piston pada silinder. Akibatnya lanjutnya yang dapat dirasakan adalah adanya kenaikan kerugian akibat gesekan. Secara prinsip penyebab dari overheating adalah aliran dari air pendingin dan udara pada radiator yang mengalami gangguan bisa juga jumlah debit air pendingin yang telah habis. Kemungkinan penyebab dari terganggunya sistem pendingin dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Radiator Bocor
Penyebab terjadinya sistem pendingin bocor bisa karena pemakaian yang lama dan perawatan sistem pendingin yang kurang teratur dapat menyebabkan kebocoran yang mengganggu sirkulasi air pendingin. Untuk mengetahui bocor atau tidaknya sistem pendingin yaitu menggunakan Radiator tester.
Tes tekanan sistem pendingin untuk menemukan tempat yang mengalami kebocoran, dengan memompakan udara pada sistem pendingin melalui radiator akan menyebabkan air menetes pada bagian-bagian yang bocor. Bagian-bagian yang rawan bocor adalah pada sambungan pipa air dan bak penampung.
Cara mengatasinya :
Menambal bagian-bagian yang bocor atau mengelasnya, akan tetapi apabila terjadi kebocoran yang parah maka radiator harus diganti.

Gambar12. Tes Tekanan Sistem Pendingin
(Pedoman Reparasi Mesin Seri 4G, Mitsubishi Motor)

b. Radiator Tersumbat
Penyebab radiator tersumbat adalah pemakaian yang lama, menyebabkan banyak kotoran atau kerak yang menempel atau mengendap yang dapat menyumbat saluran air, sehingga kemampuan membuang panas menjadi menurun. Temperatur yang tinggi akan merusak komponen-komponen mesin. Bagian-bagian radiator yang kemungkinan terjadi kerusakan yaitu:
1). Mulut Pipa-pipa Air.
Pada bagian mulut pipa sering terjadi adanya kerak-kerak yang menempel pada setiap bagian lubang sehingga air tidak dapat masuk melalui pipa yang tersumbat kotoran.
Cara mengatasinya :
Dibersihkan dengan alat penggores atau skrap untuk membersihkan kotoran pada bagian ujung pipa.
2). Pipa-pipa Air
Gangguan pada saluran-saluran yang tersumbat oleh kotoran air atau kerak
Cara mengatasinya :
Dengan memasukkan korok ke dalam pipa-pipa tersebut, sehingga kerak-kerak yang menempel bisa keluar. Perlu diperhatikan bahwa pipa-pipa tersebut dari bahan aluminium jadi mudah rusak.
3). Inti Radiator


Gambar 13 . Inti Radiator
(STEP 2 Mitsubishi Motor)

Bentuk sirip-sirip pada sistem pendingin mesin Mitsubishi L 300 menggunakan sirip dari bahan aluminium bentuk zig-zag, sirip inilah yang mudah terkena kotoran.
Cara mengatasinya :
Untuk membersihkan kotoran pada sirip-sirip radiator dengan cara menyemprotkan udara dari kompresor ke dalam sirip-sirip agar kotoran keluar.
4). Bak Air Atas
Bak bagian atas berfungsi sebagai penampung air panas yang masuk dari selang, penampung atas dilengkapi dengan tutup radiator. Kotoran yang menempel pada dinding bak penampung atas.
Cara mengatasinya :
Dengan menguras radiator, kemudian diisi kembali dengan air dan coolant.

5). Bak Air Bawah
Bak ini berfungsi menampung air yang telah didinginkan oleh sirip-sirip yang menyerupai pipa-pipa kecil sebagai pendingin. Penampung bawah ini dilengkapi kran pembuangan air dan lubang aliran menuju pompa air. Agar bak tetap penuh, maka saluran-saluran pipa-pipa kecil pada sistem pendingin air harus selalu baik dan tidak ada endapan kotoran yang dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada bagian lainya. Pipa-pipa kecil sangat mudah ditempeli kotoran makin lama makin tebal sehingga dapat mengurangi fungsi pendingin.
Cara mengatasinya :
Dengan menguras radiator, kemudian diisi kembali dengan air dan coolant.
c. Thermostat Tidak Bekerja
Thermostat berfungsi mengatur sirkulasi air agar kerja mesin maksimal pada temperatur yang sesuai. Thermostat yang macet pada saat tertutup dapat menyebabkan mesin menjadi overheating dan thermostat yang macet pada saat terbuka dapat menyebabkan overcooling. Penyebabnya thermostat sudah lama dan tidak mampu bekerja dengan baik karena pegas-pegasnya sudah tidak mampu membuka katub thermostat.

Cara mengatasinya:
Kedua gejala tersebut dapat merusakkan bagian dari mesin dan tenaga yang dihasilkan menjadi turun. Bila pada saat suhu mesin dingin sudah ada sirkulasi air, maka kemungkinan thermostat macet dalam keadaan terbuka. Tetapi bila pada saat temperatur mesin sudah mencapai suhu kerja tetapi tidak ada sirkulasi air, ada kemungkinan thermostat macet pada saat tertutup. Saat temperatur air mencapai 820C, maka katup thermostat akan mulai membuka dan pada 880C katup tersebut terbuka penuh dan kemungkinan air pendingin bersikulasi ke radiator dalam keadaan baik.
Apabila thermostat tidak dapat membuka atau tidak dapat bekerja pada waktunya, maka thermostat harus diganti. Pengujian thermostat perlu dilakukan untuk mengetahui kondisinya, dengan cara:
1). Rendam thermostat ke dalam air.
2). Panaskan air, biarkan panas air konstan, dan hindari pemanasan langsung ke thermostat.
3). Periksa pertama terbukanya katup pada temperatur 820C.
4). Periksa saat terbukanya pada temperatur 880C

Gambar 14 . Memeriksa Thermostat
(STEP 2 Training Manual Toyota )

d. Pompa Air Rusak.
Pompa air berfungsi mensirkulasikan air ke dalam sistem pendingin. Apabila pompa air macet atau tidak berfungsi, maka sirkulasi air pendingin terganggu, sehingga air mengalir dari radiator ke mesin tidak dapat bersirkulasi. Adanya karat di dalam sistem pendingin dapat merusakkan seal pompa yang akhirnya dapat menimbulkan kerusakan pada poros dan bantalan.









Gambar15 . Memeriksa Pompa Air

Apabila terjadi kerusakan pada pompa air dalam sistem pendingin mesin L 300 maka solusi yang direkomendasikan oleh Mitsubishi Motor adalah penggantian satu unit pompa.
e. Water Jacket Tersumbat
Water Jacket (mantel pendingin) terdapat disekeliling silinder mesin dan kepala silinder. Fungsi water Jacket ini adalah untuk mendinginkan bagian-bagian silinder dan ruang bakar. Mantel pendingin pada kepala silinder berhubungan dengan bak penampung bawah radiator.
Aliran air yang melewati mantel pendingin akan meninggalkan kotoran atau karat yang mengendap dan menghambat sirkulasi air pendingin didalam mantel pendingin, jadi akibatnya dari water Jacket tersumbat karena adanya kotoran-kotoran di dalam seperti kotoran yang dibawa oleh air atau kotoran akibat terjadinya korosi.
Cara mengatasinya :
Endapan kotoran harus dibersihkan dengan cara meniupkan udara yang bertekanan dari kompresor ke lubang-lubang yang tersumbat sehingga kotoran diharapkan keluar dari water Jacket.

f. Tutup radiator bocor
Penyebab terjadinya tutup radiator bocor: Salah satu fungsi dari tutup radiator adalah untuk mengurangi tekanan apabila tekanan di dalam sistem berlebihan sehingga dapat mencegah kerusakan-kerusakan bagian sistem. Apabila tidak ada kebocoran di dalam sistem pendingin dan radiator tidak terganggu, tetapi motor mengalami overheating, maka dapat juga disebabkan karena tutup radiator yang kurang baik sehingga didalam sistem terlalu tinggi.
Terjadinya radiator bocor diakibatkan karena tekanan air pada radiator sangat tinggi dan tutup radiator tidak mampu menahan, maka tutup radiator rusak dan akibatnya bocor.

Gambar 16 . Pemeriksaan Tutup Radiator


Cara mengatasinya:
Pemeriksaan tutup radiator untuk mengetahui keadaan katup tekan dan katup hisapnya dengan pompa seperti terlihat pada Gambar 16. dengan alat tersebut dapat diketahui apakah ada kebocoran pada tutup radiator atau tidak. Apabila tutup radiator rusak maka harus diganti.
g. Terdapat bunyi pada sistem pendingin
Penyebab terjadinya bunyi pada sistem pendingin. Gesekan-gesekan dari komponen-komponen sistem pendingin dapat menimbulkan suara. Apabila suara mesin tidak lazim dari biasanya, maka yang harus di periksa sumber bunyi, hal tersebut disebabkan oleh:
1). Pompa air rusak
2). Kipas pendingin.
B. Perawatan Sistem Pendingin Mesin Mitsubishi L 300
Cara mengatasi gangguan pada sistem pendingin mesin Mitsubishi L 300 dapat dilakukan dengan macam perawatan sebagai berikut :
1. Perawatan preventif
Perawatan preventif merupakan perawatan sistem pendingin secara ringan dengan biaya kecil karena dapat dilakukan sendiri dan biasanya dilakukan secara berkala. Pada perawatan ini juga bertujuan mencegah atau menanggulangi secara dini sebelum komponen sistem pendingin mengalami kerusakan yang lebih parah yang tentunya membutuhkan biaya perbaikan yang lebih mahal. Kegiatan yang dilakukan pada perawatan preventif meliputi:
a. Penggantian air radiator apabila air tersebut sudah kelihatan keruh.
b. Membersihkan tutup radiator.
c. Pemeriksaan kebocoran pada selang-selang radiator.
d. Membersihkan mantel pendingin agar sirkulasi air pendingin berjalan lancar.
e. Penambahan Mitsubishi Motor Genuine Coolant pada air pendingin yang dapat merawat komponen-komponen sistem pendingin.

Perawaratan kuratif merupakan yang dilakukan untuk menanggulangi komponen sistem pendingin terjadi kerusakan. Perawatan ini membutuhkan biaya yang relatif besar dan perawatan ini dilakukan secara tiba-tiba tanpa adanya perencanaan. Kegiatan yang biasa dilakukan pada perawatan ini adalah mengganti komponen yang mengalami kerusakan seperti penggantian thermostat, penggantian pompa air , penggantian motor listrik fan pendingin.
Perawatan kuratif pada sistem pendingin mesin Mitsubishi L 300 biasa dilakukan di bengkel resmi, disamping peralatan SST Mitsubishi Motor yang lengkap juga ditangani oleh teknisi-teknisi bersertifikat Mitsubishi Motor.
Gejala dan kemungkinan yang terjadi pada sistem pendingin sebagai berikut :
1. Terlalu panas pada mesin
a. Kekurangan air, dapat diatasi dengan menambahkan air pendingin dan memeriksa kebocorannya.
b. Tali kipas yang kendur, dapat diatasi dengan menyetel kembali tali kipas.
c. Termostat rusak harus diganti.
d. Pompa air tidak bekerja dapat diatasi dengan pompa diperbaiki atau diganti.
e. Saluran pendingin radiator, water jacket yang tersumbat harus dibersihkan.

2. Terlalu dingin pada mesin
a. Termostat rusak, dapat diatasi dengan mengantinya.
b. Jika udara terlalu dingin, radiator harus ditutup agar dapat memperoleh tekanan dan temperatur kerja mesin terpenuhi dengan baik, sehingga sistem kerja mesin tidak terganggu.
3. Kehabisan air
a. Kebocoran pada radiator, dapat diatasi dengan memperbaiki radiator.
b. Selang yang longgar atau rusak, dapat diatasi dengan penghubung selang dipererat atau diganti.
c. Pompa air bocor,dapat diatasi dengan memperbaiki atau menggantinya.
d. Gasket kepala silinder yang bocor, dapat diatasi dengan mengencangkan baut atau mengganti baut.
4. Terdapat bunyi pada sistem pendingin.
a. Bantalan pompa yang longgar atau bengkok, dapat diatasi dengan mengganti rakitan bantalan.
b. Daun kipas pompa yang longgar atau bengkok, dapat diatasi dengan cara daun kipas dipererat, diperbaiki atau diganti.
c. Tali kipas sudah aus atau cacat, dapat diatasi dengan mengganti tali kipas.


BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Semua kajian teori, Sistem Pendingin Dan Trouble Shooting Pada Mitsubishi L 300 ini dapat diambil beberapa kesimpulan:
1. Cara kerja pada sistem pendingin adalah air pendingin yang masih dingin disimpan didalam radiator, setelah mesin dihidupkan dan suhu naik, air pendingin dipompa menuju ke silinder head. Setelah suhu mencapai 82˚ C, thermostat akan terbuka dan mengalirkan air pendingin ke radiator untuk didinginkan.
2. Gangguan-gangguan yang sering terjadi pada sistem pendingin air adalah kebocoran, gangguan dari kotoran yang mengendap, sehingga aliran air tidak maksimal.
3. Cara mengatasi gangguan yang ada pada sistem pendingin adalah dengan memeriksa bagian-bagian pada sistem pendingin, seperti termostat, tutup radiator, pompa air, selang, apabila sudah tidak sesuai dengan spesifikasi harus diganti. Apabila radiator tersumbat maka harus dibersihkan dengan cara dikorok dan apabila water jacket tersumbat dibersihkan dengan menyemprotkan udara bertekanan.

B. Saran
Beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam sistem pendingin:
1. Pemeriksaan sistem pendingin sebaiknya dilakukan secara periodik.
2. Sistem pendingin termasuk faktor utama yang mempengaruhi kerja mesin, maka perlu mendapat perhatian lebih dalam perawatan.
3. Misalnya untuk sistem pendingin perlu ditambahkan zat anti karat untuk mengurangi cepatnya proses korosi.
4. Kerusakan pada komponen mobil sebaiknya segera diperbaiki dan jangan menunggu kerusakan tersebut bertambah besar.






















DAFTAR PUSTAKA

Fajar Timur, 2004. Servis Sistem Pendingin Mitsubishi Lancer. Semarang : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Mitsubishi Motor, 1993, Pedoman Reparasi Mesin Seri 4G: PT. Mitsubishi Motor
Mitsubishi Motor, 1995, STEP 2 Training Manual : PT. Mitsubishi Motor
Toyota Astra Motor. 1996. New Step I Training Manual. Jakarta : Astra Motor.































LAMPIRAN-LAMPIRAN


Lampiran 1. Trouble Shooting pada Sistem Pendingin Pada Mitsubishi L 300.


1. Mesin terlalu dingin

No Penyebab Perbaikan
1 Termostat Rusak Mengganti Termostat
2 Udara luar terlalu dingin Menghindari radiator kontak langsung dengan udara luar



2. Mesin terlalu panas

No Kerusakan Penyebab Perbaikan
1 Radiator bocor Pemakaian lama dan kurangnya perawatan Menambal atau mengganti radiator yang telah bocor (kerusakan parah)
2 Radiator tersumbat Terdapat kerak dalam radiator Memberikan tekanan udara yang besar dari kompressor (ditambah zat anti beku)
3 Termostat tidak bekerja (macet) Pegas pendorong lemah ( tidak berfungsi ) Mengganti termostat
4 Pompa air rusak (macet ) Bantalan pompa rusak Mengganti seal yang rusak
5 Water jacket tesumbat Air pendingin yang terlalu lama dan tidak dibersihkan /diganti sehingga kotoran mengendap Meniupkan udara dengan bertekanan dari kompressor dari lubang-lubang yang tersumbat tersebut
6 Tutup radiator bocor Tekanan air pada radiator sangat tinggi dan tutup radiator tidak mampu menahan Mengganti tutup radiator
7 Terdapat bunyi pada sistem pendingin Bantalan pompa rusak dan daun kipas pompa longgar Ganti bantalan pompa dan ganti daun kipas pompa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar